full share

Just another WordPress.com weblog

KONTROL MOTOR SERVO MENGGUNAKAN PLC

PLC Servo sistem

Perbedaan antara sistem linear Servo dan gerakan sistem kontrol:
Linier Servo System :

PLC memberikan masukan kepada pulse motor drive (digital ) maka motor driver akan memberikan trigger melalui PWM ke AC Servo motor. umpan balik akan diberikan oleh encoder ke driver dan driver akan membaca error counter.

Motion Control System :

PLC memberikan pulse ke motion control unit lalu motion control unit akan memberikan input analog 0-10V ke motor driver. driver motor yang akan memberikan perintah melalui PWM ke AC Servo motor. umpan balik akan diberikan oleh encoder ke driver dan driver akan memberikan sinyal error kepada motion control unit untuk membaca error counter

Saya akan mulai dengan menjelaskan pada linier servo system. Pada dasarnya, ada dua cara untuk mengatur putaran arah motor dengan menggunakan CW / CCW pulse mode atau menggunakan pulse + arah. Pertama yang dibutuhkan adalah dua pulse output dari Servo motor untuk menjalankannya. Pastikan pengaturan dari PLC pulses output.Baca manual book Servo untuk lebih memahami diagram pulse juga untuk mengetahui waktu respons dari pulse.
Pastikan Wiringnya yang benar. Dasar output dari PLC ke Servo driver (amplifier) adalah pulse keluaran (di sini andah memerlukan dua output, jika Anda menggunakan pulse + arah, satu output yang akan mendapatkan pulse sedangkan yang lain output akan memberitahu Servo amplifier arah.Jika CW / CCW modus, satu output yang searah jarum jam untuk pulse dan lainnya adalah untuk pulses counter clockwise).
Anda juga perlu output yang Servo RUN ke sinyal pada motor dan Reset sinyal untuk me-reset alarm. Informasi tambahan, tidak semua alarm dapat diatur ulang dari sinyal untuk beberapa alarm.

Untuk input ke PLC dari Servo driver, memerlukan masukan dari AC Servo motor encoder. jika anda menggunakan open collector, satu trigger. akan menghitung Z Phase dari encoder dan kembali ke plc untuk melakukan pulse counte

Salah satu contoh bagaimana diagram tangga untuk jog motor ke kanan atau mundur memberitahu motor untuk menghitung berapa banyak pulses telah dipindahkan dan menggunakan jumlah yang sama untuk maju. Gunakan pulse + arah mode, ketika dijalankan mundur, sehingga encoder memberi negatif-signed pulses. Untuk mejadikan positif berikan sedikit intruksi arithmatics sehingga jumlah pulses digunakan untuk maju, sama dengan jumlah pulses diberikan kepada motor untuk berpindah ke belakang. Dan perluh dicatat bahwa instruksi PULS juga digunakn untuk memberitahu jumlah pulses yang akan diberikan ke PLC, lalu instruksi SPED membaca frekuensi pulses, dan ini akan menentukan kecepatan dari Servo sistem, dan juga PRV yang merupakan instruksi untuk memberitahu PLC untuk menerima pulse count dari Servo driver keluaran (input ke PLC).

(sumber : Basic PLC for Beginner)

July 16, 2009 - Posted by | ELECTRICAL

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: